Langsung ke konten
Chartora

Apa yang bisa dan tidak bisa disampaikan target harga analis

Target yang dinaikkan sering jadi berita. Bagaimana target disusun, mengapa sebarannya begitu lebar, dan cara membaca rentangnya alih-alih satu angka.

Saham7 Oktober 20261 menit baca
Di halaman ini
  1. Bagaimana target harga disusun
  2. Mengapa sebaran target begitu lebar
  3. Target sering mengikuti harga
  4. Cara menggunakannya

“Analis menaikkan target menjadi $X” adalah salah satu judul berita saham yang paling umum. Target harga adalah perkiraan satu analis, yang disusun dari asumsi yang bisa berubah dengan cepat. Rentang target biasanya lebih informatif daripada satu angka saja.

Bagaimana target harga disusun

Analis sell-side memperkirakan laba atau arus kas perusahaan di masa depan, lalu menerapkan metode valuasi, seperti kelipatan laba atau model discounted cash flow, untuk mendapatkan sebuah harga. Target biasanya melihat sekitar 12 bulan ke depan.

Perubahan kecil pada input bisa mengubah hasilnya secara besar. Tingkat pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi atau kelipatan valuasi yang lebih tinggi bisa menaikkan target dalam persentase besar tanpa ada hal baru yang terjadi di perusahaan.

Mengapa sebaran target begitu lebar

Analis yang berbeda memakai asumsi yang berbeda, sehingga target untuk saham yang sama bisa berjauhan. Penyedia data sering memublikasikan target terendah, tertinggi, dan median, beserta jumlah analis yang meliput saham tersebut.

Rentang yang lebar berarti pasar berbeda pendapat tentang masa depan perusahaan. Rentang yang sempit berarti para analis melihatnya dengan cara serupa, yang tidak sama dengan benar.

Titik-titik tersebar di sepanjang sumbu harga yang menunjukkan target tiap analis, dengan tanda target terendah, median, dan tertinggi, serta harga saat ini.
Target hipotetis dari sepuluh analis. Median berada di atas harga saat ini, tetapi target terendah dan tertinggi berjauhan.

Target sering mengikuti harga

Target direvisi setelah laporan laba, perubahan panduan (guidance), dan pergerakan harga yang besar. Ketika sebuah saham melonjak jauh di atas target median, analis sering menaikkan target mereka sesudahnya. Karena itu, target yang dinaikkan terkadang merupakan reaksi terhadap pergerakan, bukan prediksi pergerakan berikutnya.

Garis harga yang naik dengan garis target berundak yang bergerak naik setelah harga sudah naik.
Contoh hipotetis: garis target berundak dinaikkan setelah harga sudah bergerak.

Cara menggunakannya

  • Baca target terendah, median, dan tertinggi secara bersamaan, dan perhatikan berapa banyak analis yang tercakup.
  • Cari alasan di balik perubahan: estimasi laba yang baru lebih penting daripada kelipatan yang baru.
  • Ingat bahwa peringkat (beli, tahan, jual) dan target bisa menceritakan hal yang berbeda.
  • Periksa grafiknya: target yang jauh di atas harga yang sedang turun tidak banyak menjelaskan tren yang ada di depan Anda.

Hanya untuk edukasi, bukan nasihat keuangan. Aset kripto dan saham bersifat fluktuatif, dan posisi dengan leverage bisa rugi melebihi uang yang Anda setorkan.

Dapatkan yang seperti ini setiap minggu

Ringkasan pasar 5 menit di kotak masuk Anda setiap Senin. Gratis, bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Gratis. Satu email setiap Senin. Berhenti berlangganan dengan satu klik.

Atau ikuti kanal Telegram @isoskwlls

Pasar saat ini

Berita terbaru